Membayangkan Hari Tua
Jika ada hubungan antara subjektivitas satu dengan subjektivitas lain, maka salah satu subjektivitas akan menjadi objek di bawah subjektivitas yang lain. Dari situ manusia tidak bisa memiliki subjektivitas secara penuh, karena sudah dinilai dengan banyak kemungkinan. Sedangkan subjektivitas lain ini tidak bisa dihindari dengan cara apa pun. Secara hukum sosial, mereka ada di mana-mana, dan saling membutuhkan satu sama lain. Keadaan tersebut bernama faktisitas. Artinya manusia tidak bisa lepas, bahkan memilih ketika sudah berada pada momentumnya. Dari kekalahan subjektivitas tersebut, manusia akan mengalami keterasingan. Jika mengalami keterasingan, maka semua hal yang ada di sekitar kita adalah ancaman.
Rp129.000
Jika ada hubungan antara subjektivitas satu dengan subjektivitas lain, maka salah satu subjektivitas akan menjadi objek di bawah subjektivitas yang lain. Dari situ manusia tidak bisa memiliki subjektivitas secara penuh, karena sudah dinilai dengan banyak kemungkinan. Sedangkan subjektivitas lain ini tidak bisa dihindari dengan cara apa pun. Secara hukum sosial, mereka ada di mana-mana, dan saling membutuhkan satu sama lain. Keadaan tersebut bernama faktisitas. Artinya manusia tidak bisa lepas, bahkan memilih ketika sudah berada pada momentumnya. Dari kekalahan subjektivitas tersebut, manusia akan mengalami keterasingan. Jika mengalami keterasingan, maka semua hal yang ada di sekitar kita adalah ancaman.
Spesifikasi
Judul buku: Membayangkan Hari Tua
Penulis: Ahmad Baharuddin Surya
Penerbit: CV. Jendela Sastra Indonesia Press
Ukuran buku: 14 x 21 cm
Jumlah halaman: vi + 267 hlm.
ISBN:
Kamu juga dapat membeli koleksi buku kami di marketplace kesayanganmu
Kami mempunyai beberapa koleksi buku recomended khusus buat kamu yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan. Untuk mempermudah pembelian buku, kami hadir di marketplace terbesar di Indonesia, dengan rating dan review sempurna.





Reviews
There are no reviews yet.